Kosa Kata Bahasa Palembang

Persamaan Kata dalam Bahasa Palembang dengan Bahasa Jawa Terbaru 2020

Kosa Kata Bahasa Palembang – Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki suku, budaya, dan Bahasa yang beragam, salah satunya yaitu bahasa Palembang.

Bahasa yang digunakan di Palembang terbagi menjadi dua tingkatan yaitu Bahasa alus atau biasa dikenal dengan bebaso dan Bahasa yang digunakan dalam sehari-hari yang dikenal dengan baso Palembang sari-sari.

Kosa Kata Bahasa Palembang

kosa kata bahasa palembang
kosa kata bahasa palembang

1. Tingkatan dan Awal Mula Bahasa di Palembang

Bahasa di Palembang memiliki dua tingkatan yaitu Bahasa alus dan Bahasa sehari-hari.

Bahasa alus atau bebaso sering digunakan oleh masyarakat di Palembang saat berbicara dengan orang yang dihormati, orang tua, maupun dengan pemuka agama setempat.

Bahasa alus juga merupakan Bahasa yang digunakan dalam upacara adat.

Penggunaan bebaso ini berakar dari bahasa Jawa, hal ini karena raja-raja yang berkuasa di Palembang berasal dari kerajaan di pulau Jawa seperti kerajaan Majapahit, kerajaan Pajang, dan kerajaan Demak.

Bermula dari perjalanan panjang inilah yang membuat perbendaharaan kata bebaso memiliki persamaan dengan kata dalam bahasa Jawa.

Bahasa sehari-hari atau baso Palembang sari-sari sering digunakan dalam percakapan dengan orang yang seumur atau sederajat, orang yang lebih muda, dan digunakan dalam Bahasa sehari-hari.

Baso Palembang sari-sari merupakan campuran antara Bahasa Indonesia (pemilihan kata berdasarkan kondisi dan keselarasan) dengan Bahasa melayu.

Bahasa yang digunakan masyarakat Palembang merupakan bahasa yang semakin diperkaya dengan tambahan bahasa Inggris, Belanda, Cina, Arab, dan Urdhu.

Bahasa yang hingga saat ini masih bertahan dan digunakan di Palembang yaitu bahasa Arab-Melayu dan bahasa Arab pegon.

2. Contoh Persamaan Bahasa di Palembang dengan Bahasa Indonesia

Penggunaan bahasa di Palembang memiliki kemiripan bahasa Indonesia, contoh yang pertama seperti kata apa (dalam bahasa Indonesia) diucapkan menjadi apo (dalam bahasa di Palembang).

Contoh kedua yaitu kata mana (dalam bahasa Indonesia) diucapkan menjadi kata mano (dalam bahasa di Palembang).

Memiliki kata yang sama dan hanya berbeda akhiran, namun tidak membuat semua bahasa di Palembang berakhiran “o”.

Penggunaan bahasa Indonesia juga digunakan dalam penggunaan bahasa di Palembang, yaitu seperti kata bunga (dalam bahasa Indonesia) dan akan tetap menjadi kata bunga (dalam bahasa di Palembang).

Baca juga: Kosak Kata Bahasa Sunda

3. Contoh Persamaan Bahasa di Palembang dengan Bahasa Jawa

Di Palembang, bahasa yang digunakan juga memiliki kesamaan dengan bahasa jawa. Contohnya yaitu sebagai berikut.

Penggunaan kata “abang” yang dalam bahasa jawa berarti warna merah, kata “abang” dalam bahasa di Palembang juga berarti warna merah.

Penggunaan kata “awak” yang memiliki arti tubuh dalam bahasa jawa, dan dalam kosa kata bahasa Palembang juga berarti tubuh.

Pengunaan Kata “balak” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti masalah, kata “balak” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti masalah.

Kata “balen” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti ulang, kata “balen” dalam bahasa di Palembang memiliki arti ulang.

Contoh selanjutnya yaitu penggunaan kata “dewe” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti sendiri, kata “dewe” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti sendiri.

Penggunaan kata “banyu” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti air, kata “banyu” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti air.

Penggunaan kata “abot” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti berat, kata “abot” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti berat.

Penggunaan kata “cokot” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti gigit, kata “cokot” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti gigit.

Penggunaan kata “godong” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti daun, kata “godong” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti daun.

Contoh selanjutnya yaitu kata “gulu” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti leher, kata “gulu” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti leher.

Penggunaan kata “dulang” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti suap (memberi makan), kata “dulang” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti suap (memberi makan).

Penggunaan kata “kates” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti pepaya, kata “kates” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti pepaya.

Penggunaan kata “iwak” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti ikan, kata “iwak” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti ikan.

Penggunaan kata “kemul” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti selimut, kata “kemul” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti selimut.

Penggunaan kata “lading” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti pisau, kata “lading” dalam kosa kata bahasa Palembang juga memiliki arti pisau.

Penggunaan kata “lanang” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti laki-laki, kata “lanang” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti laki-laki.

Penggunaan kata “lawang” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti pintu, kata “lawang” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti pintu.

Penggunaan kata “mambu” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti bau, kata “mambu” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti bau.

Penggunaan kata “metu” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti keluar, kata “metu” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti keluar.

Penggunaan kata “ngenyek” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti ngejek, kata “ngenyek” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti ngejek.

Penggunaan kata “kulo” merupakan kata dalam bahasa jawa alus yang berarti aku, kata “kulo” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti aku.

Penggunaan kata “prei” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti libur, kata “prei” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti libur.

Penggunaan kata “rai” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti wajah, kata “rai” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti wajah.

Penggunaan kata “sepur” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti kereta, kata “sepur” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti kereta.

Penggunaan kata “wong” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti orang, kata “wong” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti orang.

Penggunaan kata “melok” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti ikut, kata “melok” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti ikut.

Penggunaan kata “limo” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti lima, kata “limo” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti lima.

Penggunaan kata “susuk” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti uang kembalian, kata “susuk” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti uang kembalian.

Penggunaan kata “sikil” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti kaki, kata “sikil” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti kaki.

Penggunaan kata “tangi” merupakan kata dalam bahasa jawa yang berarti bangun dari tidur, kata “tangi” dalam bahasa di Palembang juga memiliki arti bangun dari tidur.

Penggunaan kata dalam kosa kata bahasa Palembang memiliki banyak persamaan dengan penggunaan bahasa dalam bahasa jawa, hal ini merupakan pengaruh dari masuknya para bangsawan yang berasal dari pulau Jawa.

Masuknya bangsawan ini memengaruhi bahasa melayu yang merupakan bahasa asli di Palembang, sehingga bahasa jawa banyak memengaruhi bahasa di Palembang.

Inilah kata kata, kosa kata bahasa palembang dan artinya, bahasa palembang halus, bahasa palembang sayang, bahasa palembang apa kabar, cakap bahasa palembang, bahasa palembang kasar, bahasa palembang sehari hari dan artinya, bahasa palembang aku sayang kamu.

Belajar Dengan Memakai Kosa Kata Bahasa Palembang

Leave a Comment